RAMADHAN

Segerakan Berbuka, Mahasiswa Teknik Industri D-3 Bagi-bagi Takjil

Segerakan Berbuka, Mahasiswa Teknik Industri D-3 Bagi-bagi Takjil

Sangat dianjurkan berbuka buasa sudah tiba untuk segera membatalkan puasa, apalagi dalam bulan suci Ramadhan dimana umat Islam berpuasa satu bulan penuh. Namun bagi pekerja atau orang yang dalam perjalanan kebanyakan memilih sampai ditujuan dahulu baru berbuka. Kondisi ini mendorong mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang untuk berbagi takjil kepada pengguna jalan raya pada Sabtu, 26 Mei 2018.

“Takjil ini dibagikan untuk membantu agar saudara-saudara kita yang sedang dalam perjalanan entah itu pulang atau keperluan lainnya agar bisa berbuka pada waktunya. Dan sekecil apapun amalan kalau dilakukan dengan ikhlas insyaallah akan berkah,” beber Deva Atmi Ninda, ketua pelaksana.

Bertempat di pertigaan Karanglo, Kab. Malang, sebanyak 100 paket takjil dibagikan secara gratis oleh 14 mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Teknik Industri D-3 (HMTI-D3), dan dalam sekejap paket berisi es teller dan roti habis dibagikan. Tidak hanya pada pengendara saja namun juga pada warga sekitar. “Takjil ditujukan selain untuk pengendara juga untuk pedangan asongan yang biasanya berjualan di daerah itu,” lanjut mahasiswi semeater dua ini.

Segerakan Berbuka, Mahasiswa Teknik Industri D-3 Bagi-bagi Takjil

Segerakan Berbuka, Mahasiswa Teknik Industri D-3 Bagi-bagi Takjil

HMTI-D3 berencana menyelenggarakan kegiatan serupa tiap ramadhan tiba. Mahasiswi asal Wagir, Kab. Malang ini mengatakan, bagi-bagi takjil merupakan salah satu upaya membantu saudara yang sedang menjalankan ibadah puasa. Disamping itu juga untuk memupuk solidaritas dan rasa cinta kasih.

“Banyak – banyaklah berbagi dan membantu saudara kita. Apalagi di bulan suci Ramadhan. Dimana setiap amalan pasti dilipat gandakan, dan jangan lupa dunia adalah tempat menanam buka tempat memanen. Seriuslah kalau di dunia tapi jangan serius kalau di sosial media,” pesannya sambil menyinggung mahasiswa yang suka terlalu serius di sosial media namun kurang respon pada sekitar. (mer/humas)