Karya Mahasiswa ITN Malang Bantu UMKM Dodol Apel

Sebagai kota wisata, Malang terkenal juga akan penghasil buah Apel. Selain bisa dinikmati dalam bentuk buah segar, apel bisa diolah menjadi minuman dan camilan. Salah satu camilan terkenalnya adalah dodol apel. Tidak sedikit UMKM yang membuat camilan dodol apel ini, sepertihalnya UMKM yang berada di Desa Bumiaji, Kota Batu. Umumnya UMKM ini masih menggunakan alat manual dalam pengolahannya, seperti wajan dan pengaduk dengan menggunakan tenaga manusia. Tentunya akan memakan tenaga dan waktu yang tidak sedikit bila masih menggunakan cara-cara manual tersebut. Melihat problem tersebut, Ajie Pangestu Sukirno, mahasiswa Teknik Industri D-3, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang merancang alat pengaduk dodol semi otomatis. “Tujuannya memang untuk membantu UMKM agar lebih efektif dalam produksi,” terang Ajie.

Dari karyanya inilah Pria kelahiran bekasi 21 tahun silam ini akhirnya dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik pada Wisuda ITN Malang ke-61 Tahun 2019 yang lalu, dengan IPK 3.65. Alat pengaduk dodol otomatis ini berbentuk kubus, yang dibuat dengan memperhitungkan segi antropometri. Antropometri adalah pengukuran dimensi tubuh manusia, seperti mengukur tinggi bahu, tinggi siku, saat duduk atau berdiri. “Ketinggian alat disesuaikan dengan tinggi manusia, jadi saat operator mengangkat wajan dan memasukkan adonan tidak merasa cepat lelah,” tutur alumni SMA Negeri 1 Tambun Selatan ini. Agar wajan tidak bergeser, Ajie juga menambahkan pengaman/pengunci wajan. Selain itu, di bawah wajan diberi ruangan khusus untuk meletakkan kompor sebagai pemanas. Keunggulan alat ini ada pada mixer sebagai pengaduk yang bisa dipasang dan dilepas saat akan dibersihkan.

“Saya juga menambahkan mixer sebagai pengaduk, dimana kecepatan mixer-nya juga bisa diatur sesuai kebutuhan. Dengan menggunakan alat ini mengolah dodol akan lebih efisien, karena hanya membutuhkan waktu produksi 4,5 jam, sedangkan kalau manual bisa sampai 6 jam,” pungkas anak pasangan Sukirno dan Mardiana ini. (me/humas)